Jumat, 23 Agustus 2013

Review drama: Ghost a.k.a Phantom (Yooryeong)

Satu lagi drama crime yang judulnya diambil dari nama musuhnya. Setelah IRIS tamat sempet males nonton drama Korea sejenis karena sekuelnya IRIS 2 dan drama spin off-nya Athena mengecewakan skali. Tapi akhirnya nyari juga di deretan Kdrama. Ghost muncul di list drama crime, detective yang kusortir. Sinopsisnya tentang cyber crime semacam Bloody Monday. Karena janjinya (rating maksudnya) lumayan tinggi, daku pun langsung muat turun (translate: download) dua episode.

Seri langsung dimulai dengan seorang aktris yang bunuh diri terjun dari apartemennya. Langsung disambung dengan om-om necis tapi ganteng ngehack dari hape Samsung S3-nya. Ternyata dia adalah seorang Letnan polisi Team Leader Cyber Crime Squad Kim Woo Hyun yang mau ceramah soal kejahatan cyber di akademi kepolisian.

Woo Hyun memberi sebuah contoh kejahatan cyber tentang praktek gambling online. Scene langsung pindah ke penggrebekan salah satu pemilik server gambling, tetapi sampai di sana polisi terlambat mengamankan bukti data-data yang terhapus satu-persatu hingga akhirnya salah satunya dihentikan oleh sebuah serangan hacking dari hacker jenius yang sudah lama diburu, Hades.

Hades diburu oleh kepolisian karena pernah membobol Blue House dan beberapa instansi lainnya. Jadi karena kasus gambling itu pun, tim Woo Hyun kembali melacak Hades. Dalam pelacakannya, mereka menemukan IP yang dipakai Hades berada di sebuah apartemen. Saat Woo Hyun dan salah satu anak buahnya Yoo Kang Mi tiba di apartemen tersebut, mereka disambut oleh Shin Hye Jeong, aktris yang terjun dari atas apartemen. 

SHJ diyakini bunuh diri karena skandal tentangnya dan twitnya yang berkata kalau ia ingin mati, jadi Kwon Hyeok Ju protes saat melihat tim cyber crime di TKP. Kang Mi menjelaskan kalau mereka tiba di TKP karena melacak Hades yang menggunakan IP milik SHJ. Kang Mi yang memeriksa laptop SHJ menemukan kalau twit terakhir SHJ tidak dikirim oleh SHJ karena SHJ sedang menulis email. Dan Hades pun menjadi tersangka pembunuhan.

Kemudian tanpa menerima laporan kejanggalan tim Woo Hyun, kepolisian mempublikasikan kalau SHJ bunuh diri, di saat yang sama Hades meretas jaringan tv dan menyiarkan video detik-detik jatuhnya SHJ dari jendela apartemennya yang menunjukkan bahwa SHJ bukan bunuh diri, tetapi ada seseorang yang mendorongnya. Woo Hyun yang kebetulan sedang berada di dekat stasiun tv tersebut langsung melacak keberadaan Hades.Di situlah ia menemukan bahwa Hades adalah teman sekamarnya saat masih di akademi kepolisian, Park Ki Young.
Ki Young ingin membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah, ia juga penasaran dengan file yang akan dikirim oleh SHJ sebelum kematiannya. Dengan alasan itu, ia menyusup masuk ke kepolisian untuk melihat laptop SHJ dengan memalsukan ID Woo Hyun. Kang Mi berhasil menangkap Ki Young di ruang barang bukti, tetapi karena mendengar argumen Ki Young, Kang Mi membiarkan Ki Young menyelesaikan tugasnya mencari file milik SHJ. Ternyata dalam file itu terdapat sebuah video tewasnya Nam Sang Won, seorang direktur perusahaan, dan yang membuat keduanya shock, ada dua orang yang menyaksikan NSW tewas, salah satunya adalah Woo Hyun.
Woo Hyun yang tidak percaya Ki Young tersangka pembunuh SHJ memeriksa TKP kembali dan menemukan sang pembunuh SHJ yang sesungguhnya.
Ki Young memutuskan untuk bertemu Woo Hyun untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena ia yakin Woo Hyun sudah mengetahui siapa yang membunuh SHJ. Woo Hyun sendiri sudah siap membunuh Ki Young karena apa yang dia temukan, tetapi sebuah ledakan melemparkan mereka berdua. Woo Hyun yang sekarat mengatakan pada Ki Young kalau ia masih harus menyelesaikan sesuatu. Saat itu tim Hyeok Ju yang sudah tiba untuk menangkap Hades dikejutkan oleh ledakan kedua yang lebih besar dan mereka hanya menemukan satu korban ledakan yang masih hidup, Woo Hyun.
Kang Mi sama sekali tidak tenang karena Woo Hyun sekarat. Dan ia mulai curiga saat menemukan nametag Woo Hyun di ruangannya. Tetapi ia masih berharap saat mencocokkan sidik jari Woo Hyun. Ia pun histeris saat menemukan bahwa sidik jari Woo Hyun yang sekarat tidak cocok dengan data yang dibawanya, itu artinya bukan Woo Hyun yang selamat dari ledakan tetapi Ki Young.

Kang Mi memaksa Ki Young memberitahunya apa yang terjadi saat ia bersama Woo Hyun hingga seorang suster menyeretnya keluar. Saat itu Kang Mi sudah siap melaporkan hal itu, tetapi akhirnya demi mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi ia menolong Ki Young hingga semuanya yakin bahwa yang mereka selamatkan adalah Kim Woo Hyun yang kehilangan sebagian ingatannya.
Dan daku pun mulai dunlot sampe tamat :D
Overall, drama ini nggak kalah dari IRIS. Kalau IRIS berantemnya pake tangan n pistol, Ghost berantemnya pake jari di atas keyboard. Laptop yang mereka pakai juga bikin iriiiii >.<

Karakter Woo Hyun di awal cerita dan di pertengahan cerita berubah dari stoic, serius, tanpa emosi, cool jadi agak usil karena sifatnya Ki Young yang rusuh tapi ditahan sama galaknya Kang Mi yang bertugas ngatur kelakuannya Ki Young supaya lebih mirip Woo Hyun. Tapi ternyata Woo Hyun udah tua juga, di flashbacknya dia adalah polisi yang nolong Kang Mi jaman SMU dari usaha bunuh diri setelah sobatnya tewas.

Haaah.. Jadi sayang dramanya udah habis. Pengen nonton yang ginian lagi. Mungkin harus berburu lagi. Oke perburuan drama crime-detective selanjutnya~ :D

Jumat, 17 Agustus 2012

My Best List: Anime Series


#5. Blood+
Genre: action, misteri, roman, drama
Salah satu dari 3 seri Blood tentang Otonashi Saya, vampir yang dipisahkan dari saudara kembarnya Diva sebelum lahir. Saya dibesarkan sebagai putri seorang peneliti sedangkan Diva dikurung dijadikan objek penelitian hingga bertahun-tahun kemudian Diva berhasil keluar dan menghabisi ‘keluarga’ Saya yang akhirnya membuat dua saudari itu terus bermusuhan selama ratusan tahun.

#4. Honey & Clover.
Genre: friendship, roman, drama, humor
Tentang 5 sahabat: Takemoto, Hagu, Morita, Mayama dan Ayumi di sebuah sekolah seni. Berkisah tentang perjuangan Morita yang menyukai bosnya di tempatnya magang, Ayumi yang walaupun populer di kampus tetapi tidak bisa membuat Mayama menyukainya, Takemoto yang bahkan tidak tahu apa yang dilakukannya di sekolah seni, Hagu si jenius yang hanya fokus pada karya seninya hingga sebuah kecelakaan nyaris membuatnya lumpuh dan Morita yang juga jenius tetapi belum juga lulus selama delapan tahun walaupun pernah memenangkan Mocademy Award untuk CGI.

#3. Death Note
Genre: thriller, misteri, roman
Light si Kira dengan Death Note-nya yang bisa dipakai untuk mengeksekusi siapapun di dunia hanya dengan menuliskan namanya mencoba membuat dunia yang sempurna tanpa kejahatan. Saat dunia justru melihat usahanya sebagai kejahatan, dimulailah perburuan mencari Kira yang dipimpin oleh seorang detektif top, L. Saat L kalah, Light memimpin misi berpura-pura mencari Kira tanpa tahu junior L ternyata sudah mengincarnya. 

#2. Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai (a.k.a Ano Hana)
Genre: friendship, roman, drama
Kisahnya tentang 6 sahabat: Jintan, Menma, Yukiatsu, Tsuruko, Anaru dan Poppo yang terpisah setelah Menma meninggal. Beberapa tahun kemudian hantu Menma muncul di hadapan Jintan dan keduanya mencari jawaban kenapa tiba-tiba Menma muncul. Pada akhirnya mereka menemukan jawaban alasan penampakan Menma dan kembali menyatukan kelima sahabat yang tersisa.

#1. Code Geass
Genre: action, roman, drama
Plotnya cukup sederhana, tentang seorang pangeran yang terbuang Lelouch mencoba membuat perdamaian dunia. Tetapi cara yang dipakainya sangat ekstrim setelah ia mendapatkan geass yang bisa membuatnya memerintah seseorang sesuka hatinya. Lelouch mulai bergabung dengan pasukan pemberontak di negerinya sendiri hingga menjadi super villain yang membuat seluruh dunia harus bersatu untuk menjatuhkannya.


Minggu, 22 Juli 2012

Fiction: Riot Theatre


Hari itu adalah hari-hari musim liburan anak sekolah. Tempat-tempat hiburan dan tempat piknik otomatis dipenuhi anak-anak ingusan yang merengek dan berkeringat. Tidak terkecuali di sebuah gedung satu lantai yang terletak di sebuah pusat kota.
Bioskop.
Apapun yang terjadi (kecuali saat sudah tutup) gedung ini selalu penuh. Dari anak-anak sampai para manula sekalipun akan menampakkan batang hidungnya di sana. Walaupun semua mengeluh saat harus mengantri tiket, mereka tetap melakukannya tanpa kenal lelah seolah tiket itu adalah tiket naik pesawat penyelamat saat terjadi bencana di bumi. Beruntung karena mas-mas dan mbak-mbak dengan senyuman manisnya telah menanti di stan penjual makanan di samping mereka.
Dan siang itu, sama seperti siang kemarin dan kemarin dan kemarinnya lagi. Tepatnya beberapa minggu ini saat anak-anak sekolah mulai memasuki musim liburan dan film-film musim panas mulai menyerbu bioskop. Antrian pengunjung mulai mengular dengan dahsyatnya. Musim panas yang berarti suhu udara di atas batas kenyamanan manusia membuat orang-orang menyerbu bioskop yang adem.
Golem dan Timo pun tidak ketinggalan turut memikirkan hal yang sama. Ditambah kedahsyatan The Amazing Spiderman 3D yang terus-terusan menggoda lewat trailer-nya yang muncul di televisi membuat tekad mereka semakin kuat saat mereka berdiri di ujung antrian yang sudah mengular sampai di pintu masuk gedung bioskop.
Keduanya dengan sabar tetap mengantri sambil bercerita ditemani sekantong popcorn manis untuk menambah tenaga. Setelah mengantri selama lebih dari tiga puluh menit, mereka akhirnya sudah tiba di urutan depan antrian. Tinggal dua pasangan lagi dan mereka akan mendapatkan yang mereka inginkan.
Timo dan Golem semakin tidak sabar. Penantian mereka akhirnya segera berakhir. Tinggal sepasang anak yang sepertinya masih anak SMP sedang memilih studio. Timo tidak sanggup menahan seringainya lagi. Sedikiiit lagi. Ia kemudian melirik ke pintu masuk bioskop tempatnya berdiri sekitar tiga puluh menit yang lalu.
"Lem! Itu Si Hanoman anak kampus seberang kan!" Timo menyenggol Golem disebelahnya dan menunjuk Si Hanoman dengan dagunya.
"Haha! Turun gunung juga tu orang," Golem menanggapi dengan senyuman menyebalkan menatap Si Hanoman. Yang ditatap sadar dan mengerahkan tatapan menusuknya pada dua makhluk yang sedang menggosipkannya. Kekuatan sudah di antrian nomer dua dari depan membuat Timo dan Golem menyeringai lebar pada Hanoman di urutan nomer dua dari belakang. Kemudian samar-samar terdengar suara tawa kejam keduanya membuat Hanoman di seberang ruangan mengepalkan tangannya kuat-kuat, menahan emosi agar tidak melemparkan pot tanaman yang berdiri di sebelahnya.
Lalu..
Dua anak SMP itu pun dengan bahagia meninggalkan konter sambil melambai-lambaikan enam lembar tiket The Amazing Spiderman 3D. Timo dan Golem pun dengan seringai penuh kemenangan maju menuju konter.
Di konter, Si Mbak penjual tiket sedang menunduk menuliskan sesuatu, lalu ia memasukkan tulisannya pada sebuah papan dan meletakkannya di atas konter.
"Studio berapa, Mas?" tanya Si Mbak kemudian dengan senyuman merah manisnya. Timo dan Golem loading sebentar. Kombinasi antara posisi tertinggi di puncak antrian, kerennya Spiderman berayun di monitor yang menempel di belakang konter tiket ditambah senyuman manis Si Mbak tiba-tiba mengacaukan sistem otak mereka bagaikan serangan virus trojan.
"Eh?" Golem sadar duluan. "Studio 1, Mbak!"
"Untuk hari apa?" tanya Si Mbak kemudian.
"Eh?" Golem dan Timo pun kompakan bingungnya. Si Mbak dengan pemahaman seorang petugas penjual tiket bioskop profesional langsung melambaikan tangannya dengan indahnya ke arah papan yang baru saja diletakkannya di atas konter.
'TIKET THE AMAZING SPIDERMAN UNTUK HARI INI DAN BESOK HABIS'
Perlu beberapa detik untuk membuat dua orang itu paham.
"HAAAAA?" seru Golem dan Timo bersamaan. Wajah mereka langsung kelihatan seperti habis kalah taruhan sebesar satu milyar.
"Pfffftt.." Timo dan Golem otomatis menoleh mendengar suara tawa tertahan menyebalkan itu. Yeah! Arahnya dari antrian nomor dua dari belakang di pintu masuk gedung bioskop. Tepatnya Sang Hanoman.
Seringai lebar menyebalkan membentang di wajah Hanoman seolah berkata "KASIAAAAANNN! Kalian berapa jam berdiri di situ? Akhirnya nggak dapet tiket juga. Aku kan baru datang!"
Seolah tidak cukup, dua kroni Hanoman pun turut menyumbangkan seringai menyebalkannya. Bahkan ada yang tidak mau repot-repot menyembunyikan suara tawa mengikik-nya yang menyebalkan sambil menunjuk-nunjuk Golem dan Timo.
Timo dan Golem pun panas.
"Sebentar, Mbak!" kata Timo pada Si Mbak. Sebelum Timo dan Golem mulai berdiskusi 'enaknya apa yang harus mereka lakukan dengan situasi genting itu', Si Mbak melambaikan tangannya meminta pengantri di belakang Timo dan Golem maju.
"Gimana, Tim?"
"Hanoman sialan!"
"Woy! Kita jadi nonton nggak nih? Tiketnya udah habis sampe besok!"
"Nonton lah! Gak peduli tiketnya buat kapan yang penting kita pegang tiket! Gua gak tahan liat tampang Si Lutung Kasarung cengengesan kaya gitu!" Timo makin panas melihat Si Hanoman semakin menjadi-jadi.
"Ya udah. Lusa nih?" Golem menutup rapat dadakan. Kemudian Si Mbak memanggil mereka lagi.
"Maaf, Mas. 5 tiket terakhir buat lusa baru saja dibeli," kata-kata Si Mbak penjual tiket bagaikan pukulan maut di wajah Timo dan Golem. Di seberang mereka, mereka bisa mendengar dengan amat jelas sebening sound system di dalam bioskop, suara tawa Hanoman dan para wanara.
Timo langsung meraup popcornnya dan melempari Hanoman dkk dengan emosi.
"Woy, Tim! Popcorn gua! Udahlah kita nonton Ice Age aja!" Golem berusaha menenangkan Timo. Si Mbak malah sama sekali tidak membantu.
"Ice Age studio 3 yang tersisa tinggal untuk jam 19, kursi depan,"
Tawa Hanoman dkk makin menjadi-jadi. Akhirnya hujan popcorn-pun tak terelakkan lagi.
"Aoww!" seru Hanoman. Sebungkus permen tergeletak tak berdaya di depan kaki Hanoman, sang permen telah dengan sukses membentur dahi Hanoman dengan kecepatan 20 meter per detik. Mata Hanoman menancap pada Timo dengan ganasnya. Sebelah tangan Hanoman meraih pot tanaman di sebelahnya. Buah apel plastik kecil mulai terlepas dari cabangnya kemudian melayang menyebrangi jarak antara Hanoman dan Timo dan akhirnya mendarat di belakang kepala Golem yang sedang berpikir sambil memilih kursi.
"AOWW! Apa sih?" seru Golem berbalik sambil mengusap belakang kepalanya dan menemukan Hanoman beserta kroninya mengangkuti batu-batu mainan di pot untuk dilemparkan ke arahnya. Dengan gesit Golem menghindar, tetapi batu menghantam kepala pengantri yang lain. Golem menyambar hiasan kecil di atas konter dan melemparkannya ke arah Hanoman dkk.
Seorang pria berpakaian hitam-hitam rapi sekuriti bioskop langsung berlari ke tengah bencana.
"MAS! MAS! TOLONG YA.." PAKKK!
Sandal oranye berhak lima senti menghantam wajahnya dengan indahnya.
"WUOY!" teriaknya tenggelam dalam banjir umpatan dan suara mengaduh. Tiba-tiba lobi depan gedung bioskop itu sudah dipenuhi para pengantri yang saling lempar dan dering nyaring alarm tanda bahaya.
Mbak petugas penjual tiket sudah bersembunyi dengan aman di belakang konter di bawah meja sambil memegangi gagang telepon untuk panggilan darurat. Kurang dari lima menit truk-truk polisi sudah terparkir di depan gedung bioskop dan lusinan pasukan anti huru-hara dengan senapan-senapan dan tameng mereka sudah mengepung gedung bioskop.
Lalu hanya dalam hitungan detik, mobil-mobil stasiun televisi pun mulai berderet di depan gedung bioskop..
Siang hari di tengah musim panas, di tengah liburan anak-anak sekolah yang indah, sebuah breaking news menghentikan acara-acara di televisi.
"Kekacauan di sebuah gedung bioskop karena antrian Ice Age 4: Continental Drift dan The Amazing Spiderman menggila."
=======TAMAT=======
Notes:
- Hanoman: masih ada yang nggak kenal Hanoman? Dia adalah kera putih dalam kisah Ramayana dan Mahabarata.
- Wanara: bisa juga disebut sebagai manusia kera, spesiesnya Hanoman.
- Lutung Kasarung: jangan sebut dirimu orang Indonesia kalau nggak kenal tokoh yang satu ini. Lutung Kasarung adalah putra Sunan Ambu dari kayangan yang dibuang ke bumi dalam bentuk seekor kera.


Sabtu, 18 Februari 2012

Tips n Trik: Menghindari Pertanyaan

Kita manusia pasti sering mengalami saat-saat tidak ingin dikerubutin pertanyaan, apalagi saat kita nggak pengen menjawab. Berikut ini adalah salah satu cara menghindari pertanyaan-pertanyaan yang gak diinginkan saat kita nggak pengen njawab:


 1. Jangan hiraukan. 


2. Saat didesak jawab dengan 'hm?' seolah gadenger pertanyaan pertama, tapi tetep jangan tatap si penanya. Pura-puralah sibuk dengan hal lain.


3. Cukup jawab dengan gumaman 'siapa', 'dimana', 'kenapa', 'kapan' (tergantung apa pertanyaannya) dan tetep sambil cuek ngerjain hal lain.


Dijamin penanya akan nyerah. Tapi jangan praktekan pada guru atow polisi saat dirimu diinterogasi. Selamat mencoba :3

Jumat, 16 Desember 2011

Review Drama: Hong Gil Dong

Lagi demam drama korea, dan juga demam Jang Geun Suk yang endingnya jadi pengen nonton ni drama :D. Hasilnya... Rameeee!!!

Mantep ni drama. Gabungan dari humor, action, drama, misteri, horor, thriller, roman lengkap dah :D
Kisahnya tentang Hong Gil Dong dan gengnya Hwal Bin Dang. Kelompok pencuri yang mencuri dari petinggi-petinggi negara sekaligus kelompok yang membantu Si Pangeran Hilang, Chang Hui merebut tahta.
Critanya lumayan ribet berhubung batas antara mana musuh dan jagoannya nggak jelas. Siapa yang jahat ato baek pun di endingnya tetep nggak jelas.


Hong Gil Dong sendiri adalah putra tidak sah dari musuh ratu sebelumnya, walaupun secara politik Hong Gil Dong dan Chang Hui bermusuhan tetapi Cang Hui berpikir kalau ia bisa menggunakan Hong Gil Dong karena pengaruhnya yang cukup kuat di kalangan rakyat biasa. Walaupun awalnya mereka jelas-jelas bermusuhan, mereka berdua kemudian bertekad untuk saling membantu walaupun akhirnya setelah menjadi raja, Chang Hui merasa khawatir dengan besarnya dukungan rakyat pada Hong Gil Dong dan memutuskan untuk menghabisi Hwal Bin Dang.

Walaupun ceritanya lumayan ribet dan banyak seriusnya tapi humornya tetep ada lah dan nggak maksa berhubung tokoh-tokoh utamanya emang bego-bego dan gila :p Terutama karakter Hong Gil Dong sama Yi Nok yang bego dan norak dan cuek. Pas mereka berdebat tentang hantu, bukannya jadi serem tapi malah jadi konyol. Chang Hui yang stoic dan sedikit-sedikit mulai nunjukin emosi juga kereeeen!!! <=emang pada dasarnya FG-nya Jang Geun Suk :p

Ah, pokoke worth to watch lah :D 

Minggu, 02 Oktober 2011

Review Anime: Jin Roh: Another Red Riding Hood and Wolf's Tale


Ia berlari di dalam lorong dengan panik. Suara kecipak air di bawahnya tidak terdengar oleh telinganya, tetapi kecipak yang menggema di lorong yang terdengar dari kejauhan justru terdengar sangat keras di dalam kepalanya.
Nafasnya terengah, ia sama sekali tidak mengijinkan kakinya berhenti. Berhenti berarti tamat. Ia sudah mengahapal lorong-lorong gelap ini di luar kepalanya. Tempat ini adalah tempat perlindungannya.
Suara kecipak yang menggema terdengar makin kuat. Langkah-langkah berat yang menggema di dalam lorong gelap terdengar mendekatinya. Ia terus berlari keluar masuk lorong, seketika langkahnya terhenti. Ia langsung menarik tubuhnya mundur saat mendengar suara derap langkah itu di lorong di depannya.
Ia merapatkan punggungnya di dinding dan menahan nafasnya seolah pasukan dengan suara derap langkah dan kecipak air di bawah mereka akan mampu mendengar suara nafasnya.
Suara derap langkah itu dengan cepat terdengar semakin keras dan kemudian enam orang berpakaian tempur lengkap berwarna hitam melewatinya. Sebuah senapan otomatis berukuran besar tampak siaga di tangan mereka dengan amunisi menggantung di sisinya.
Pasukan Serigala.
Ia memeluk tasnya dengan erat ke dadanya menunggu pasukan itu lewat hingga melewati lorong di depannya kemudian ia langsung melesat menuju lorong yang berlawanan dengan pasukan itu. Ia terus berlari hingga tidak lagi mendengar suara rentetan senapan yang ditembakkan hingga menggema di seluruh lorong. Kemudian sebuah ledakan terdengar dan menggetarkan genangan air.
Ia berhenti sebentar, mengatur nafasnya sambil menyandarkan tubuhnya di dinding. Dan seketika ia merasakan jantungnya berhenti berdetak. Matanya melebar. Sepasang cahaya merah menatapnya dari dalam kegelapan. Sesosok berpakaian tempur lengkap berwarna hitam perlahan muncul mengarahkan senapan padanya. Sang Serigala sudah menyudutkan mangsanya.
Ironis.
Mantel merah anak itu melambai sedikit kemudian kembali pada posisinya saat anak itu berbalik dan merapatkan punggungnya ke dinding. Anak itu langsung memegang tasnya dan memeluknya dengan erat di dadanya, menatap Sang Serigala dengan panik. Ia langsung memegang cincin yang menggantung di tasnya.
“Jangan!” suara yang dikeluarkan oleh sosok hitam tegap itu jauh lebih lembut dari penampilannya yang mengintimidasi. Anak itu dengan gemetar menarik tangannya hingga kawat yang mengikat cincin itu menegang memberitahu serigala di hadapannya apa yang akan terjadi kalau saja ia menariknya hingga kawatnya terlepas.
“Kenapa?” sosok itu masih belum menyerah mencoba menghentikan anak itu. Anak itu hanya diam dan menatap Sang Serigala dengan ketakutan.
“Apa yang kau lakukan?” teriakan sosok hitam lain yang muncul tiba-tiba dari sebuah lorong, sosok itu langsung mengambil posisi siaga dengan senapan di tangannya. Tiba-tiba sekelompok berpakaian hitam lain sudah bermunculan di lorong. Hanya beberapa meter dari mereka. Mereka semua mengarahkan senjata mereka pada anak itu.
Lalu, anak itu menarik tangannya, melepaskan cincin berkawat itu hingga lepas dari tasnya, dan sebuah ledakan besar langsung memenuhi lorong itu, melemparkan kawanan serigala, mencipratkan air, dan menggetarkan dinding-dinding lorong.
Sejak awal anak itu tahu. Dongeng yang pernah didengarnya adalah bohong. Kisah yang sesungguhnya tidaklah berakhir bahagia. Kisah akhir yang terjadi pada Si Tudung Merah adalah dia tewas, serigala memakannya.
Itulah akhir cerita.
====00000000000000000000====
Yeah!
Jin Roh atawa Manusia Serigala adalah pasukan tempur khusus yang dibentuk untuk memberantas teroris. Teroris sendiri menggunakan anak-anak perempuan sebagai kurir mereka untuk mengantarkan bahan peledak pada rekan-rekan mereka, dan anak-anak itu mereka sebut dengan Si Tudung Merah a.k.a Red Riding Hood.
Kisahnya tentang Fuse, salah satu anggota pasukan khusus Jin Roh yang dikembalikan ke pelatihan militer setelah gagal mengeksekusi seorang Tudung Merah. Fuse sebenarnya memiliki skill di atas rata-rata, tetapi kelemahannya hanya dia tidak memiliki keteguhan untuk mengeksekusi. Karena itulah Henmi, seorang teman lama Fuse menjebak Fuse dan menjadikannya kambing hitam dengan mempertemukannya dengan kakak Si Tudung Merah yang kemudian dekat dengannya.
Sejak awal ternyata Fuse sudah tahu apa yang dilakukan Henmi. Ia dan pasukan khusus Jin Roh sengaja menjebak Henmi dan menghabisi musuh yang bersembunyi di dalam pasukan. Sayangnya Fuse dan kakak Si Tudung Merah sudah terlanjur saling menyukai walaupun Fuse tahu bahwa dia bukanlah kakak kandung Si Tudung Merah yang meledakkan diri di hadapannya, ia juga seorang Tudung Merah anggota teroris. Tetapi, dongeng yang sama selalu memiliki akhir yang sama. Sekali lagi Si Tudung Merah harus mati di tangan Serigala.
Kisah Tudung Merah VS Serigala kayaknya emang paling seru dibuat cerita. Mulai dari yang berasa misteri sampe yang pake eksen-eksenan gini. Padahal udah ngarep Fuse bakalan hepeli ever after ma ceweknya. Apa bole buat, tipikal film berbekgron politik sih, makanya endingnya tragis.

Jumat, 23 September 2011

Fiction: Rotkäppchen


Once upon a time, there was a little girl who hadn’t seen her mother in seven years. She was forced to dress in iron clothes and was told,
“When you wear out those clothes, you can go back to your mother.”
The girl rubbed her clothes on the wall, trying desperately to tear them. When they had finally been torn, she got some milk and bread as well as a little cheese and butter and set out for her mother’s house. In the woods, she met a wolf who asked her what she was carrying.
“Milk and bread and a little cheese and butter,” she answered.
When the wolf asked for some the girl said no, saying it was a present for her mother. The wolf asked whether she’d be taking the path of pins or the paths of needles. When the girl said she was going to take the path of pins the wolf hurried off down the path of needles and ate up the little girl’s mother.
The girl finally reached her mother’s house.
“Mother, open the door,” she said.
“Push on the door. It’s not locked,” answered the wolf. But the door still wouldn’t open. So the girl crept in through a hole into the house.
“I’m very hungry, Mother,” she said.
“Have some meat in the cupboard,” answered the wolf. It was the flesh of her mother killed by the wolf. A big cat jumped up onto the cupboard and said,
“That’s your mother’s flesh you’re eating,”
“Mother, there’s a cat on the cupboard and it’s saying that I’m eating your flesh.”
“That’s a lie, of course. Throw a shoe at the cat.”
The little girl, having eaten the meat, was thirsty.
“Mother, I’m thirsty,” she said.
“Drink some wine from the pot,” answered the wolf. When she did, a little bird came flying and perched onto the chimney stack.
“That’s your mother’s blood you’re drinking. You’re drinking your mother’s blood,” it said.
“Mother, there’s a bird perched on the chimney stack and it’s saying that I’m drinking your blood,”
“Throw your cloak at the bird.”
Having eaten the meat and drunk the blood, the little girl turned to her mother and said,
“Mother, I’m feeling very sleepy.”
“Come over here and get some rest.”
The girl undressed and approached the bed where her mother lay in a strange position with a hood over her face.
“Mother, what a big ears you have,” she said.
“All the better to hear you with, my dear.”
“Mother, what big eyes you have.”
“All the better to see you with, my dear.”
“Mother, what big claws you have.”
“All the better to hold you with, my dear.”
“Mother, what big teeth you have.”
And then the wolf ate up Little Red Riding Hood.
=======END=======
a.k.a Little Red Riding Hood.
Gak ada hepi end dalam kisah ini, beda dengan dongengnya yang biasa diceritakan untuk anak-anak bahwa si Little Red ditolong oleh penebang pohon.

Sabtu, 30 Juli 2011

Review Drama: IRIS

Baru pertama ini nonton sesuatu yang judulnya justru make nama musuhnya.IRIS adalah drama seri Korea yang lumayan jauh beda dengan drama-drama Korea biasanya.

Kisahnya berputar di sekeliling Kim Hyun Jun, seorang agen rahasia NSS milik Korea Selatan. Saking rahasianya, NSS bahkan baru diketahui oleh presiden setelah lebih dari 20 tahun beroperasi.

 Hyun Jun saat pelatihan militer bersahabat dengan Jin Sa Woo yang kemudian menjadi rekannya di NSS. Di NSS mereka juga bertemu dengan Choi Seung Hee, ketua tim anti teroris, atasan mereka.

Seperti drama pada umumnya, keduanya menyukai Seung Hee tetapi Hyun Jun-lah yang beruntung. Semua berjalan dengan aman tenteram hingga pada suatu saat Hyun Jun diutus untuk misi tunggal di Hungaria, yaitu membunuh seorang tokoh penting dari Korea Utara.

Mission complete tetapi Hyun Jun terluka. Ia meminta Baek San, direktur NSS yang memberinya perintah langsung agar mengirimkan bantuan untuk membawanya keluar dari Hungaria. Baek San mengutus Sa Woo, tetapi diluar dugaan Hyun Jun, Sa Woo ternyata diutus Baek San untuk membunuh Hyun Jun.

Hyun Jun sekarang menjadi buruan tiga negara sekaligus, saat ia memberitahu Seung Hee yang juga sedang berada di Hungaria, ia berniat untuk membantu Hyun Jun. Saat Hyun Jun meninggalkan Seung Hee untuk membeli tiket kereta, keberadaannya diketahui oleh polisi. Mereka mengejar Hyun Jun hingga keluar dari stasiun kereta. Saat itulah Hyun Jun melihat mobilnya dimana Seung Hee sedang menunggu di dalamnya meledak.

Hyun Jun yang sudah putus asa terus berlari dengan meyakini Seung Hee sudah tewas. Saat Hyun Jun mencoba melarikan diri menggunakan sebuah pesawat, Sa Woo menembak pesawat yang ditumpangi Hyun Jun hingga jatuh. 

Dan di dua negara yang terpisah jauh, Seung Hee dan Hyun Jun yang ternyata selamat sama-sama meyakini kalau yang lain sudah tewas. 

Hyun Jun berniat kembali ke Korea dan membalas dendam, dan diapun bersama dengan Seon Hwa, salah satu agen Korea Utara yang tadinya memburunya, bergabung dengan sekelompok teroris yang berencana mengacaukan pertemuan antar Korea Selatan dan Utara tanpa mengetahui kalau semua yang dilakukannya ternyata sudah direncanakan oleh IRIS.

Sekali nonton gabisa berenti. Jalan ceritanya mirip 24 dan Bourne Series, kisahnya terus berjalan karena tokoh utamanya selalu dikejar dan terus mencari-cari informasi.

Sebenernya tokohnya juga bukan mereka berlima saja, ada Vick si pembunuh berdarah dingin IRIS yang terlibat roman singkat dengan Mi Jeong programmer NSS, Jung In teman Seung Hee yang rela melakukan apa saja demi menolong Seung Hee, Park Sang Hyun atasan Seung Hee yang pertama kali mencurigai bosnya sediri sebagai anggota IRIS, Park Cheol Young atasan Seon Hwa yang senasib dengan Seon Hwa dan terjebak ikut merencanakan terorisme, atasan Park Cheol Young yang ternyata memimpin teroris dan berencana melakukan kudeta di Korea Utara, Presiden dan anak-anak buahnya yang ternyata selain memiliki orang dalam di NSS tetapi ada juga yang ternyata anggota IRIS.

Tipikal film dengan bekgron politik, ada banyak sekali karakter dan dramanya selalu berakhir tragis ^^. Tapi salah satu yang patut ditonton karena.. jarang-jarang ada drama yang seribet ini dan gabisa ketebak apa yang bakalan terjadi :D

Selasa, 03 Mei 2011

Minggu, 01 Mei 2011

Fiction: Sesuatu Itu...

Bisa dibilang aku kurang setuju dengan murid-murid (pada umumnya) di sekolahku. Kalau aku setuju, itu artinya sama dengan aku merestui nama baru untuk sekolah kami. Celebrity High School.

Hah! Menggelikan!

Kuberi satu contoh, kebetulan yang ini masih hangat. Sebenarnya ada banyak, tapi dengar saja yang ini.

Hari minggu lalu Randy tertangkap kamera dan disiarkan secara langsung di sebuah stasiun tv swasta dalam half time show di sebuah pertandingan basket nasional. Dia termasuk 1 dari 5 orang yang mencoba tembakan three points (mungkin dia cuma ingin masuk tv karena aku sama sekali tidak yakin dia bahkan bisa memasukkan satu bola dari garis free throw). Pak Yoga sang guru olahraga yang melihatnya secara tidak sengaja (karena seekor lalat yang dipukulnya mati tergencet di layar tevenya), tepat di pagi hari berikutnya sudah menceritakan hal itu pada anak-anak yang sedang berolahraga. Dua hari kemudian cewek-cewek di sekolah sudah mulai ramai membahas Randy. Bahkan gosipnya, kapten tim basket sekolah sudah mendekati Randy untuk bergabung dalam tim. Dialah artist of the week di sekolah.

Aku tidak habis pikir kenapa mereka tidak membuat audisi saja. Seorang artis itu haruslah keren. Dan jelas. Maksudku, harus jelas tentang apa yang dilakukannya. Seperti Kak Liam contohnya.

Lumayan banyak yang tertarik padanya. Saat masih kelas satu, hampir semua cewek-cewek di kelasku terpesona dengan sikap pemimpinnya yang terlihat tenang, bijak, dewasa, kalem dan sebagainya dan sebagainya. Walau begitu, sebenarnya dia cukup galak dan sangat disegani. Bahkan guru-guru kalau berbicara dengannya tidak seperti berbicara pada murid, tetapi pada seseorang selevel mereka.

Dia adalah kapten tim sepak bola sekolah. Kulitnya gosong, tampangnya agak galak dan selalu kelihatan serius. Suaranya juga agak serak karena dia sering berteriak. Tapi aku juga pernah mendengarnya berbicara dengan sangat lembut. Tubuhnya tinggi dan atletis, walaupun agak kurus. Dia adalah mantan ketua OSIS di sekolah. Waktu masa orientasi, dia sering menunjukkan pandangan mata pembunuhnya padaku karena waktu itu aku berpikir kalau aku mencari sedikit masalah, maka kakak kelas bisa dengan mudah mengenalku (mungkin karena itu hanya aku yang memperhatikan kalau matanya berwarna coklat, dan kalau tersenyum, dia manis sekali).

Oh! 
Satu lagi. Berani taruhan! Hanya aku yang pernah mendengarnya menyanyi (walaupun itu sempat mengurangi poin kekagumanku, suaranya sumbang! Dia langsung berhenti menyanyi waktu melihatku mengernyit).

Panjang umur! Dia baru saja lewat di sisi jendela bangkuku. Di depanku, saat melihat Kak Liam lewat, Leny langsung berkonsentrasi penuh pada pelajaran Pak Setio (guru sejarah paling bersejarah di sekolah). Padahal ceritanya tentang betapa pandainya manusia purba menemukan kapak batu lebih terdengar seperti petuah nenek moyang yang membosankan. OK! Mungkin kalau mereka tidak menemukan kapak batu, kita tidak akan mengenal benda jaman millennium yang kita sebut dengan pisau dapur. Itu keren!

Hanya beberapa menit setelah Kak Liam lewat, aku sudah mulai bosan lagi. Enak sekali anak-anak kelas 3. Mereka sering pulang lebih awal karena pelajaran mereka yang jauh lebih sedikit ketimbang kami anak-anak kelas satu dan dua. Lagipula kadang mereka hanya tinggal lebih lama untuk bertemu dengan wali kelas dan mengkonsultasikan apa yang sebaiknya mereka lakukan setelah lulus nanti. Aneh juga, karena rasanya, setelah lulus nanti kita seperti diutus keluar untuk berperang.
Sebuah gulungan kertas mendarat di depanku, dan setelah wajahku berputar hingga sembilan puluh derajat, aku melihat Ikki menunjuk-nunjuk Heri yang sudah lepas landas di balik diktat sejarahnya. Aku menyikut perut Heri dan dia terlonjak. Dengan mata merah dan wajah bingung dia bertanya padaku dengan panik.

"Hah? Apa?"

Aku mengulurkan gulungan kertas Ikki padanya. Dengan tampang kesal dan malas-malasan dia mulai membacanya. Setelah itu tampangnya menjadi makin kesal. Tapi yang dikatakannya malah membuatku bersemangat.

"Hah! Latihan bola jam 3?! Serius nih Liam?!"

Jam 3 ya? Setelah selesai dengan praktek biologi nanti, mungkin aku mau mampir ke lapangan bola sebentar. Hey! Asal tahu saja ya! Kalau Kak Liam sudah turun di lapangan, aku rela meninggalkan final piala dunia sekalipun (karena aku bisa menonton siaran tundanya di teve). Kalau Kak Liam sudah turun dan memberi komando di lapangan, itu kelihatan keren sekali!!!.
Setelah menjawab iya tanpa bersuara pada Ikki, Heri mendengus kesal dan kembali di runway-nya. Bersiap untuk lepas landas lagi.

Rencanaku untuk tinggal sebentar di sekolah dan menonton Kak Liam berlatih ditentang keras oleh teman-temanku yang sama sekali tidak memahami letak kekerenan Kak Liam karena menurut mereka, Kak Liam itu terlalu galak dan mengerikan dan terlalu tampak berkuasa untuk dijadikan idola. Sama sekali tidak tampak sisi seni dari Sang Mantan Ketua OSIS yang paling terkenal galak itu, jadi mereka memutuskan ikut denganku setelah aku bilang,

"Yang keren dari dia itu, nanti lihat aja sendiri!"

Kami sudah dalam perjalanan ke lapangan bola ketika Mita dan teman-temannya dipanggil Bu Kus. Aku hanya curiga saat praktek tadi cara mereka membedah katak terlalu brutal dan Bu Kus berniat menyelidiki apakah siswi-siswinya yang manis-manis itu memiliki kecenderungan menjadi semacam psikopat. Yah, mungkin Bu Kus belum tahu kalau mereka pernah dengan senang hati mempraktekkan kejahatan mutilasi pada beberapa ekor cacing.

Yakh!

Anehnya, cacing-cacing itu makin dipotong, malah makin banyak yang hidup. Kalau itu terjadi pada manusia, mungkin… AAAH! Sudaaah!!! Mungkin ide dari film Land of The Death itu munculnya dari cacing.
Untuk menuju lapangan sepakbola, adalah wajib untuk melewati ruang ganti di ujung belakang bangunan sekolah. Ruangan ini dipakai khusus untuk atlit-atlit sekolah yang akan berlatih. Hari ini ruang ganti cewek kelihatannya terkunci, sedangkan ruang ganti cowok pintunya sedikit terbuka. Rasanya aku belum bertemu siapapun. Jadi ada kemungkinan mereka semua sudah ada di lapangan. Aku masih berdiri di depan pintu ruang ganti cewek ketika melihat sebuah pemandangan yang merubah segalanya.

Dengan celana pendek berwarna merah dan sandal jepit putih, Kak Liam tiba-tiba muncul dari toilet di seberang ruang ganti. Kami bertemu di depan ruang ganti cewek. Sama sepertiku, dia terhenti di tengah lorong dan shock saat melihatku di situ. Mataku dengan reflek menatap tubuh atasnya yang terbuka dan tanpa terasa aku menahan nafasku.

Six pack! Untuk posturnya yang kelihatan kurus dibalik seragam, dia memiliki tubuh kekar yang sempurna dengan kulit coklat terbakar matahari. Dengan cepat dia melesat masuk ruang ganti dan aku menangkap suara yang mengatakan 'pulang sana!', dan...

Ouch!

TIDAK!!! Aku melihatnya!!! Sebuah bercak bulat berwarna coklat muda di punggungnya. Ternyata orang yang selama ini keren dengan penampilannya, ternyata, ternyata…

Hey! Tenanglah! Itu tadi hanyalah sebuah jamur parasit yang menempel di punggungnya yang atletis dan… Tapi tetap saja itu disebut panu!!!

Aku berbalik seratus delapan puluh derajat dan berjalan pulang secepatnya, seperti perintah kakak kelas yang juga mantan ketua OSIS itu perintahkan. Itu tadi sudah cukup. Kak Liam sudah terhapus dari daftar artisku. Aku rasa aku memerlukan artis yang baru untuk kupuja,

"Dia sudah nggak keren lagi!"

"Apa sih?"

Mita dan yang lain terus merengek dan mengorek keterangan dariku tentang Kak Liam. Tapi, tenang saja Kak! Ini adalah kesetiaan terakhir seorang penggemar sejati. Aku akan menutup mulut atas aib yang, mungkin cuma aku yang tahu, kalau ada sesuatu di balik punggungmu.

T^T